SEJARAH PENDIRIAN IPMAMI DAN KEKECEWAAN PENDIRI ORGANISASI

Author: kelakurima  //  Category: Pembicaraan Umum

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

IPMAMI (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika) mengukir keharuman nama baik Kabupaten Mimika di Kota Malang sejak Tahun 2003 – 2007. Kami pendiri IPMAMI kecewa dengan sekelompok individu mencoreng nama baik IPMAMI seperti pepatah kuno, “Ribuan Tahun Musim Kemaru dihapus, sehari hujan”.

IPMAMI berdiri di kota Malang sejak tahun 2000. Di tahun-tahun tersebut mahasiswa Timika sedikit di kota Apel itu, antara lain Karel Kelvin Kum, Yulias M Dollame, Gerson Imbiri, Julman Kubuan, dan Rudolf Tsenawatme. Saat itu mereka melihat bahwa perlu ada sebuah organisasi yang menampung dan mengakomodir sejumlah kebutuhan mahasiswa Mimika yang sudah ada di kota Malang tersebut. Sebenarnya waktu itu, sudah ada organisasi asal Mimika, bernama IPMAK (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Amungme Kamoro), tetapi para pendiri menilai bahwa organisasi tersebut hanya sebatas untuk dua suku besar di Kabupaten Mimika yaitu Amungme Kamoro, sehingga mereka melihat bahwa perlu ada sebuah organisasi yang bisa merangkul semua pihak “tidak hanya Amungme Kamoro”. Berangkat dari pandangan tersebut Sdr. Karel K. Kum dan kawan-kawan membentuk IPMAMI, walaupun saat itu berat bagi mereka karena masih ditentang oleh kubu IPMAK, yang berkedudukan di Bandug saat itu.

Pertengahan tahun 2003 mahasiswa asal Mimika bertambah dengan kehadiran Urbanus Anggaibak, Thobias Yawame, Krinus Kum, Yulius Beanal, Maroni Natkime, Richar Yawan, Yerry Tsenawatme, dan beberapa mahasiswa yang tidak saya sebutkan dalam tulisan ini. Bertambahnya mahasiswa Mimika di kota Apel tersebut, mahasiswa Mimika banyak dikenal di banyak kalangan, terutama saudara-saudara dari wilayah Indonesia Timur, dari Flores, Makassar, Ambon, Papua, dan juga Indonesia Tengah dan Barat seperti saudara-saudara asal Kaliman dan Aceh. Kami juga membangun hubungan baik dengan teman-teman mahasiswa dari Timur Leste dan Australia. Kami saling undang mengundang, untuk diskusi-diskusi menyangkut kebujakan di pemerintah pusat terhadap daerah, kami juga sering membuka persoalan Papua terutama mengenai otonomi khusus Papua, untuk sharing dengan kawan-kawan kami yang dimaksud di atas.

Selain kami dikenal melalui forum-forum diskusi, juga melalui beberapa prestasi kami dibidang olah raga, terutama dengan adanya pendirian PS. Wanagon FC, sejak tahun 2003, dengan dimanajeri oleh Urbanus Anggaibak, sampai saat ini. Dengan adanya PS. Wanagon FC, kami benar-benar membawa keharuman nama baik daerah, suku, Pemerintah Daerah, Pihak Swasta (PT. Freeport Indonesia), dan juga membawa nama baik pelajar dan mahasiswa asal Mimika di kota Malang. Adapun beberapa prestasi yang kami raih antara lain:

  1. Juara II, Liga Cenderawasih (LICEN) 2004;

  2. Juara III, Turnamen Sepak Bola HUT Binterbusih ke-17, Malang 2004

  3. Meraih Piala bergilir Bupati Kepala Daerah Tingkat II Endde Flores – NTT-Ivitasi Kelimutu Cup, Malang 2005

  4. Juara II, Bukit Cemara Tujuh “ Footstall Competition,07” Malang 2007.

Prestasi “Kerja Sama Dengan Organisasis Lain”.

Ada beberapa prestasi yang kami capai melalui bekerja sama atau kemitraan dengan organisasi lain, antara lain:

  1. Thobias Yawame, dan beberapa anggota kami main di beberapa club elite di kota Malang.

  2. tahun 2007, saudara Jeremias Tsenawatme, dipilih menjadi ketua di Organisasi Mahasiswa Papua yang bergengsi di Jawa dan Bali, yaitu Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMA-Papua) Malang.

  3. Tahun 2006/2007, PT. Freeport Indonesia membantu/menyumbang bola sepak kepada PS. Wanagon FC.

  4. Tahun 2007, kami fasilitasi Corporate Communications Department, PT. Freeport Indonesia Jakarta, datang ke Malang dan mensosialisasikan Gambaran Umum PTFI kepada Mahasiswa Papua di kota Malang Jawa Timur.

  5. IPMAMI juga turut ambil bagian/membantu Corporate Communications Department dan HRD Department PT. Freeport Indonesia, Universitas Brawijaya Carrier Expo Samantha Krida, Universitas Brawijaya, 12 – 14 Februari 2008”.

Melalui berbagi prestasi tersebut Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika di Malang mengharumkan nama baik, suku, daerah, Pemda Mimika, dan PT. Freeport Indonesia dan kami juga dikenal dikalangan mereka.

Kami sebagai pendiri maupun pelaku yang membesarkan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) sangat kecewa karena tindakan beberapa oknum yang sempat mencoreng nama baik organisasi yang kami bangun dengan susah payah dan jatuh bangun. Tindakan yang sama sekali tidak produktif ini terjadi di Daerah Istimewah (DI) Yogyakarta, saat pelajar dan mahasiswa Mimika di Yogyakarta, yang membentuk Tim Formatur Musyawarah Besar IV & Reorganisasi IPMAK, dan hasilnya, saat itu IPMAK, dileburkan menjadi IPMAMI sebagai organisasi tunggal asal Timika, yang akan mengakomodir seluruh kebutuhan mahasiswa dan pelajar asal kabupaten Mimika tanpa memandang suku dan asal (asli).

Kami sangat menghargai sikap kepahlawan dari beberapa mahasiswa yang melalui Musyarah Besar IPMAK, berani meleburkan IPMAK dan menetapkan IPMAMI sebagai organisasi Payung asal kabupaten Mimika, namun tidak mengurangi rasa hormat kami kepada saudara-saudara yang melakukan hal tersebut, kami sebagai pendiri IPMAMI dan pemerhati mahasiswa Mimika, sangat disayangkan dan sangat kecewa, karena menurut kami para penyelenggara tidak bisa mempertanggung-jawabkan, hasil Mubes kepada public, seakan-akan kepentingan para panitia pelaksana. Kami juga sangat kecewa karena tidak meminta izin kepada para pendiri tetapi memakai nama IPMAMI dan disahkan menjadi organisasi payung untuk kabupaten Mimika. Lebih-lebih untuk menyelenggarakan kegiatantersebut para panitia membidik dana dari donator baik dari kalangan LSM, SWASTA, dan Pemda sebesar Rp. 35.000.000,00 (Tiga puluh lima juta rupiah), dengan dana tersebut menyelenggarakan acara dimaksud dan setelah Mubes, Pemerintah daerah Kabupaten Mimika memberikan dukungan dana sebesar Rp. 400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah) kepada panitia Mubes tersebut. Jadi kami kalkulasikan jumlah dana yang dibidik panitia pelaksana sebesar Rp. 435.000.000,00 (Empat Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah), kami melihat dana tersebut sangat besar tetapi laporan pertanggung jawaban dan implementasi Mubes tersebut dihadapan public tidak jelas, alias tidak memberikan kontribusi yang maksimal bagi mahasiswa Mimika Jawa dan Bali. Kami sangat menyayangkan hal tersebut, karena mahasiswa sebagai tulang punggung masa depan daerah tidak menunjukan etikat baik dan tidak meninggalkan bukti yang baik untuk dikenang generasi berikutnya dengan dana besar tersebut. sebenarnya kami (pendiri) banyak kegiatan tetapi tidak terlalu banyak menjual kepada pemda dan donator lain, kami menjalankan kegiatan dengan apa adanya, tetapi kegiatan Mubes, membidik dana ratusan juta rupiah tetapi kurang memuaskan.

Kami juga menghimbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika yang membantu dana sebesar Rp. 400.000.000,00 dan PT. Freeport Indonesia, yang turut mendukung Rp. 24.000.000,00 dan juga instansi lain yang mendukung dan guna pelaksanaan kegiatan tersebut, meminta pertanggungjawaban yang jelas, dan proporsional. Karena banyak mahasiswa di Jawa dan Bali yang kecewa dengan ketidak jelasan penggunaan dana tersebut. Saya menghimbau juga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika agar, semua kebijikan mengandung nilai edukasinya agar mahasiswa yang nantinya menjadi pejabat di daerah membentuk mental yang baik dan memiliki dedikasi serta memiliki mental yang bertanggung jawab. Saya juga menghimbau kepada public bahwa memakai nama IPMAMI adalah oknum-oknum tertentu yang mencari nama untuk kepentingan sekelompok individu. Buang mental uang dan miliki mental membangun untuk bangun Timika dan Papua. Urbanus Anggaibak, pemerhati mahasiswa sekaligus pendiri dan pemerhati IPMAMI, tinggal di Malang Jawa Timur.

LULUS SMA; MAU JADI APA? Catatan bagi yang melanjutkan kuliah

Author: amoye  //  Category: Pembicaraan Umum

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Oleh: Yunus Emigita Yeimo

Ujian Akhir Nasional (UAN), dan Ujian Akhir Sekolah (UAS), secara serentak selalu dilakukan di Indonesia sesuai dengan surat keputusan MENDIKNAS. Setiap sekolah (khususnya) siswa SMA, harus berpikir dan mempertimbangkan segala sesuatu. Lulus SMA mau jadi apa? Apakah ingin kerja? Karena tidak mampu melanjutkan biaya kuliah? Ataukah melanjutkan kuliah?. Baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Tetapi, mengapa hampir setiap tahun orang Papua tidak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN)? Walaupun, ada Universitas Cenderawasih, Jayapura (UNCEN), sebagai PTN, terbesar di Papua, yang melakukan ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN). Namun itu juga masih terbatas fakultas atau program studinya. Bagaimana Anda (colon mahsiswa) menentukan pilihan untuk melanjutkan kuliah? Jurusan apa yang anda minati? Sejauh mana kemampuan orangtua dalam membiayai selama anda menyelesaikan kuliah? Dimana (kota studi mana) yang anda ingin melanjutkan kulaih? Jenjang pendidikan seperti apa, misalnya, D3, /S1? Faktor apa saja yang perlu anda pertimbangkan sebelum menentukan pilihan tersebut?

Tips (catatan) berikut ini adalah hal-hal yang perlu adik-adik (calon mahasiswa) pelajari sebelum memilih (melanjutkan) perguruan tinggi (PT/kuliah). Karna banyak orang (calon mahasiswa Papua) “bingun” untuk menentukan masa depan mereka. Lebih jauh dari itu, banyak orang Papua putus ditengah jalan (putus kuliah), karena belum ada pertimbangan (mengukur kemampuan diri) dengan kemampuan yang seperti yang disebutkan dibawah ini.

Minat

Faktor pertama yang anda perlu pertimbangkan adalah minat. Minat artinya kecenderungan (gairah), keinginan hati yang tinggi terhadap sesuatu, (KBBI:2005). Minat calon mahasiswa sebaiknya tidak dapat dipaksakan oleh seseorang (termasuk orangtua). Karena minat itu harus bangkit (diungkapkan) dari diri pribadi seorang (calon mahasiswa). Maka setiap orang (calon mahasiswa), perlu memikirkan hal ini menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan studi kelak.

Kenyataan bahwa, banyak mahasiswa asal Papua (di pulau Jawa), yang kesulitan dalam menyelesaikan studi mereka. Persoalannya adalah minat mereka (mahasiswa) tidak sesuai dengan keinginan orantua/ wali. Menyelesaikan studi selama tiga tahun jenjang (D3) atau pun (S1) adalah anda (bukan siapa-siapa-termasuk orangtua anda). Minat akan sangat berpenguruh dalam menentukan keberhasilan studi, dimana anda kuliah (kota studi), jurusan apa yang anda minati? Ini perlu dibicarakan dengan pihak orangtua/wali. Sebelum anda mengambil keputusan akhir untuk melanjutkan studi anda.

Biaya

Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan anda. Ini adalah faktor terpenting berikutnya yang harus anda perhitungkan. Komponen biaya yang disebutkan dibawah ini sebaiknya, anda perlu membicarakan dengan orangtua/ wali anda. Jika anda mendapat beasiswa dari pemerintah daerah (PEMDA) atau lembaga donor lainya, anda harus pastikan siapa yang sangat bertanggungjawab dalam pengurusan beasiswa itu. Mengapa? Karena banyak orang (mahasiswa Papua) kesulitan dalam mengurus beasiswa semacam ini, karena terjadi baku lempar tanggunjawab.

Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak komponen biaya. Pada umumnya, komponen biaya yang di perlukan di PT seperti disebutkan dibawah ini. Tetapi, sebaiknya sebelum melakukan pendaftaran, tanyakan semua komponen biaya yang harus anda bayarkan di PT yang anda ingin melajutkan. Dan untuk lebih lebih jelas tanyakan ke bagian HUMAS (panitia penerimaan mahasiswa baru). Selain itu, anda bisa mencari tahu informasi lengkap melalui website, brosur, poster atau tanyakan kakak senior yang berpengalaman pada kampus atau kota studi yang anda inginkan untuk melanjutkan kuliah. Tetapi jangan terlalu terlena dengan tulisan di brosur-brosur/ poster profil kampus, karena menyanjikan informasi yang se-menarik mungkin. Agar banyak calon mahasiswa yang tertarik dengan PT tersebut. Apalagi saat ini telah memberlakukan sistim otonomi kampus di seluruh Indonesia.

Ingat, untuk kuliah anda tidak hanya membayar uang kuliah saja. Setelah anda mengambil keputusan untuk melanjutkan perguruan tinggi dan menjadi mahasiswa, maka anda punya kewajiban paling utama untuk membayar kampus (karena pengetahuan harus itu beli dengan uang). Komponen biaya-biaya yang diminta di PT (biaya kampus) antara lain, adalah uang gedung (pembangunan), SPP tetap, SPP variabel (SKS), uang kesehatan, uang praktikum dan lain-lain. Selain itu, anda harus mengeluarkan untuk kebutuhan diluar kampus, misalnya uang jaket, uang buku, uang UKM, biaya modul, biaya foto copy. Belum lagi biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku referensi dan lain-lain. Kalikan itu dengan sekian tahun masa kuliah anda.

Setelah anda mengetahui, komponen biaya seperti diatas ini. Anda harus mengambil, sebuah keputusan yang bijak. Kalau kemampuan biaya tidak mencukupi untuk melanjutkan kuliah di luar kota. Saya usulkan, sebaiknya anda melanjutkan kuliah di kota anda. Karena hal ini akan menghemat (mengurangi) biaya diluar kampus seperti, kost, makan, transportasi, dan lain-lain. Jadi, pilihlah perguruan tinggi (kampus) yang ada di kota anda. Kalau harus kuliah di luar kota, usahakan untuk tinggal di asrama mahasiswa (yang disediakan oleh kampus/ oleh pemeritnah daerah). Atau tanyakan kepada kakak senior mengenai “asrama mahasiswa”. Banyak asrama mahasiswa ada di mana-mana, ini akan membantu anda dalam memilih tempat tinggal.

Persoalan biaya (uang) adalah kendala “paling besar” yang dihadapi oleh mahasiswa Papua (misalnya, di pulau Jawa). Banyak mahasiswa Papua, yang pintar tetapi kadang lulus lebih dari 4 tahun untuk jenjang D3 dan 5 tahun untuk jenjang S1. Jangan percaya dengan pernyataan senior “kalau kuliah banyak beasiswa” hal ini akan membuat anda kesulitan. Memang benar, ada kampus-kampus tertentu disediakan “beasiswa”. Memang, benar ada tetapi syaratnya harus punya indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari tiga koma. Tetapi orang Papua (di pulau Jawa) kadang kesulitan dalam mendapat beasiswa semacam ini, karena persyaratan bukan hanya IPK, tetapi harus ada foto copy KTP dimana anda tinggal. Mengapa? Karena di Jawa, khususnya di Yogyakarta, untuk mengurus KTP harus mulai dari sekertaris rukum warga (RT) sampai ke Kabupaten/ kota. Setelah melewati jalur ini anda bisa mendapat kartu pendduduk musiman (KIPEM), bukan kartu tanda pendduduk (KTP). Untuk itu, satu hal yang sangat penting adalah bagi anda yang melanjutkan kulih di pulau Jawa, anda harus urus “surat pindah penduduk” dan KTP dari kota asal. Karena, dengan adanya surat pindah penduduk anda muda mendapat kartu KIPEM sebagai penduduk musiman.

Prospek

Setiap orang setelah lulus kuliah, pasti mencari pekerjaan. Entah sebagai pengawai swasta atau pengawai negeri sipil (PNS). Mencari tahu informasi, mengenai program studi yang anda akan pilih dengan prospek pekerjaan adalah sangat baik dan awal yang baik untuk menentukan masa depan yang cerah. Mengapa? Karena ada program studi yang tidak populer, sepi peminat karena dianggap tidak menarik atau kurang memberikan harapan pekerjaan dengan hasil yang memadai. Ada juga program studi yang selalu menjadi favorit, walaupun banyak lulusannya yang menganggur. Baik karena kurangnya lapangan pekerjaan atau pun terlalu banyaknya lulusan (Misalnya, S.Sos, SH, S.IP). Bukan berarti tidak ada pekerjaan dengan titel seperti itu. Tetapi ini kenyataan di Indonesia saat ini secara umum. Jurusan semacam ini, selain biaya kuliah yang murah, menyelesaikan studi pun bisa kurang dari standar kelulusan sarjana (-3/4 tahun).

Sebagai contoh, pemerintah pernah menyatakan program studi hukum sebagai jurusan yang sudah jenuh karena jumlah perguruan tinggi penyelenggara dan jumlah mahasiswa yang mengambil program studi ini. Anda harus sangat istimewa di bidang (hukum) ini untuk dapat bersaing dengan sekian banyak lulusan lainnya. Untuk itu, anda dituntut untuk dapat memprediksi, prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah anda lulus nanti. Karena, Papua saat ini butuh orang yang mau kerja, (bukan sarja/ ijasah sarjana).

Saya ingatkan, tidak ada prediksi yang benar 100%. Tetapi akan sangat berguna kalau anda bisa mengantisipasi kondisi di masa depan. Kalau anda merasa tidak mampu melakukannya sendiri, bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depan anda karena ketidaktahuan ini. Sesudah ketiga faktor di atas anda pertimbangkan masak-masak, kini tiba saatnya anda memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan kriteria tersebut. Sediakan cukup banyak waktu, karena lebih banyak faktor eksternal dan bersifat teknis yang terlibat di sini.

Dari 1500-an perguruan tinggi di Indonesia, tentu saja tidak semuanya memenuhi kriteria minat, biaya dan prospek yang sudah anda tentukan. Coret PT yang tidak memiliki program studi sesuai minat anda. Singkirkan PT-PT yang biaya kuliahnya terlalu mahal bagi anda, atau terlalu jauh dari tempat tinggal anda sehingga biaya untuk kuliah di sana akan terlalu tinggi. Dengan demikian daftarlah yang sesuai dengan kemampuan anda.

Reputasi

Langka selanjutnya, anda harus melihat reputasi PT yang anda ingin mendaftar. Reputasi adalah nama baik perguruan tinggi atas TRI-DHARMA PT (pendidikan, pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat). Jangan terlalu terpancing kata-kata menarik dari brosur, atau fasilitas gedung yang mewah. Reputasi di sini berarti PT yang bersangkutan secara umum dikenal sebagai PT yang baik, memiliki sarana belajar mengajar yang baik dengan fasilitas yang memadai. Lulusannya pun tidak kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Di Papua, dengan adanya pemberlakuan otonomi khusus, hadir (berdiri) pula banyak PT sampai di pelosok-pelosok. Bila anda punya kemampuan dana (biaya) yang cukup, saya sarankan sebaiknya anda melanjutkan kuliah di luar kota atau kampung anda. Karena, reputasi PT yang baru berdiri itu, belum mampu untuk memenuhi standar itu. Apalagi anda fresh graduated (baru lulus SMA). Atau misalnya, anda sudah bekerja di salah satu instansi. Dan anda ingin kuliah untuk kenaikan gaji atau pangkat. Kuliah di PT dikota anda adalah pilihan tepat. Tetapi, misalnya anda mendapat beasiswa tugas belajar, lebih baik anda melanjutkan ke PT yang bergensi (reputasinya tinggi) sampai di tingkat internasional seperti UGM, ITB, UII, ITS, UNIBRAW, UNAIR dan lain-lain. Karena kampus-kampus seperti ini mempunyai reputasi yang berstandar internasional. Dan anda tidak kesulitan dalam mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Bahkan anda akan dihargai dan disegani banyak orang.

Di akui bahwa PT-PT yang ada di Papua seperti UNCEN, UNIPA, USTJ dan lain-lain, tidak ketinggalan dan memiliki reputasi yang baik. Tetapi saya sarankan, anda punya kemampuan, biaya sebaiknya anda melanjutkan kuliah di luar Papua. Karena, anda punya banyak pengalaman, dan lebih dari itu PT-PT yang ada di kota-kota studi di luar Papua rata-rata mempunyai reputasi baik. Saat ini, salah satu faktor penilaian penerimaan (mencari kerja) adalah dimana kota studi anda belajar (lulus). Ini menjadi salah satu pertimbangan dalam mencari kerja, hal ini sangat kaitan dengan reputasi PT dimana anda belajar/ kuliah.

Status Akreditasi

Status akreditasi adalah salah satu faktor yang paling sering digunakan oleh perguruan tinggi PT untuk mengiklankan dirinya. Karena hal itu menunjukkan mutu/ kemampuan PT dalam menyelenggarakan suatu program studi. Status ini didapat setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan dalam sebuah program studi termasuk fasilitas pendidikan, rasio dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan banyak hal lainnya. Masalahnya, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini, dan tampaknya banyak PT yang menyadari dan memanfaatkan ketidaktahuan tersebut. Dengan cara tidak mencantumkan status ini dalam media promosi (poster, brosur) yang mereka gunakan.

Yang terutama adalah status akreditasi diberikan kepada “program studi” di suatu PT dan “bukan” kepada satu PT yang bersangkutan. Jadi sebetulnya tidak ada istilah PT yang disamakan. Yang benar adalah (satu atau lebih) program studi di PT tersebut statusnya disamakan. Mungkin saja PT tadi memiliki 3 program studi (misalnya A, B, dan C), masing-masing dengan jenjang S1 dan D3. Kalau program studi A jenjang D3 saja (satu dari enam) yang memperoleh status disamakan, apakah tepat kalau PT tersebut mengatakan statusnya disamakan?

Yang perlu anda ketahui juga, status akreditasi ini menentukan “kemandirian” suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar, misalnya ujian negara atau penerbitan ijazah. Suatu program studi (sekali lagi “bukan” PT) yang sudah dinyatakan terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Setelah itu program studi yang bersangkutan berhak untuk menyelenggarakan sendiri semua kegiatannya. Artinya anda tidak lagi harus mengikuti ujian negara yang dilaksanakan oleh Kopertis, dan ijazah yang anda terima cukup disahkan oleh PT tempat anda kuliah. Sekali lagi, tanyakan dengan jelas status akreditasi program studi yang anda pilih. Jangan percaya begitu saja dengan kata-kata menarik di media promosi yang dikeluarkan oleh suatu PT tentang statusnya.

Jalur dan Jenjang Pendidikan

Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik (jenjang sarjana S1) dan jalur profesional (jenjang diploma D3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan (60% teori dan 40% praktek), sedangkan jalur profesional menekankan pada penerapan keahlian (60% praktek dan 40% teori). Lama waktu (standar batas kelulusan nasional) untuk, jenjang sarjana S1 membutuhkan waktu paling cepat “minimal” 8 semester (4 tahun). Sedangkan untuk jenjang diploma D3 paling cepat (rata-rata) 6 semester (3 tahun). Kedua jenjang pendidikan ini mempunyai, kelebihan dan kekurangan. Jenjang S1 lebih memahami teoritis dan memperoleh gelar sarjana. Sementara, jenjang D3 lebih menekankan pada penguasaan bidang keahlian tertentu. Dengan harapan setelah lulus bisa mendapat pekerjaan dengan cepat. Dan memang, benar bahwa lulusan diploma (D3), lebih cepat mendapat pekerjaan dari pada lulusan sarjana (S1).

Fasilitas Pendidikan

Anda jangan terlalu tertarik dengan penampilan gedung megah yang ditampilkan dalam brosur atau poster. Selain, itu, penampilan gambar-gambar orang (mahasiswa) melakukan praktikum komputer. Penampilan, gambar semacam ini tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Tetapi usahakan mendapat informasi sebanyak mungkin, kepada kakak senior atau orang yang berpengalaman. Fasilitas gedung memang penting, tetapi yang dimaksud dengan fasilitas pendidikan seperti laboratorium komputer, lab. biologi, lab. bahasa, lab. studio, bengkel, perpusatakaan, dan lain-lain. Karena, selama kuliah anda tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya saja, tetapi juga bagaimana menerapkannya di lapangan. Apalagi bagi anda yang memilih kuliah di jalur pendidikan profesional (diploma) yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada ketrampilan. Dan lebih jauh dari itu bagi anda yang melanjutkan program studi “sains dan teknologi” fasilitas laboratorium akan menentukan pengalaman anda dalam kuliah (praktek).

Sekali lagi, jangan hanya tampilan fisik yang anda perhatikan. Boleh saja PT memasang foto-foto gedungnya yang megah, laboratorium komputernya yang canggih. Tidak ada salahnya, tetapi anda menanyakan, kapan mahasiswa berkesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Jangan-jangan hanya satu-dua kali per semester, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja. Perhitungkan juga jumlah mahasiswa yang harus menggunakan fasilitas tersebut. Anda yang memilih PT dan andalah yang menentukan masa depan anda. Semoga ada manfaatnya. (Dou-Gaii-Ekowai = “melihat – berpikir dan melakukan”).

Sumber:www.yamewapapua.blogspot.com