SEJARAH PENDIRIAN IPMAMI DAN KEKECEWAAN PENDIRI ORGANISASI

Author: kelakurima  //  Category: Pembicaraan Umum

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

IPMAMI (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika) mengukir keharuman nama baik Kabupaten Mimika di Kota Malang sejak Tahun 2003 – 2007. Kami pendiri IPMAMI kecewa dengan sekelompok individu mencoreng nama baik IPMAMI seperti pepatah kuno, “Ribuan Tahun Musim Kemaru dihapus, sehari hujan”.

IPMAMI berdiri di kota Malang sejak tahun 2000. Di tahun-tahun tersebut mahasiswa Timika sedikit di kota Apel itu, antara lain Karel Kelvin Kum, Yulias M Dollame, Gerson Imbiri, Julman Kubuan, dan Rudolf Tsenawatme. Saat itu mereka melihat bahwa perlu ada sebuah organisasi yang menampung dan mengakomodir sejumlah kebutuhan mahasiswa Mimika yang sudah ada di kota Malang tersebut. Sebenarnya waktu itu, sudah ada organisasi asal Mimika, bernama IPMAK (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Amungme Kamoro), tetapi para pendiri menilai bahwa organisasi tersebut hanya sebatas untuk dua suku besar di Kabupaten Mimika yaitu Amungme Kamoro, sehingga mereka melihat bahwa perlu ada sebuah organisasi yang bisa merangkul semua pihak “tidak hanya Amungme Kamoro”. Berangkat dari pandangan tersebut Sdr. Karel K. Kum dan kawan-kawan membentuk IPMAMI, walaupun saat itu berat bagi mereka karena masih ditentang oleh kubu IPMAK, yang berkedudukan di Bandug saat itu.

Pertengahan tahun 2003 mahasiswa asal Mimika bertambah dengan kehadiran Urbanus Anggaibak, Thobias Yawame, Krinus Kum, Yulius Beanal, Maroni Natkime, Richar Yawan, Yerry Tsenawatme, dan beberapa mahasiswa yang tidak saya sebutkan dalam tulisan ini. Bertambahnya mahasiswa Mimika di kota Apel tersebut, mahasiswa Mimika banyak dikenal di banyak kalangan, terutama saudara-saudara dari wilayah Indonesia Timur, dari Flores, Makassar, Ambon, Papua, dan juga Indonesia Tengah dan Barat seperti saudara-saudara asal Kaliman dan Aceh. Kami juga membangun hubungan baik dengan teman-teman mahasiswa dari Timur Leste dan Australia. Kami saling undang mengundang, untuk diskusi-diskusi menyangkut kebujakan di pemerintah pusat terhadap daerah, kami juga sering membuka persoalan Papua terutama mengenai otonomi khusus Papua, untuk sharing dengan kawan-kawan kami yang dimaksud di atas.

Selain kami dikenal melalui forum-forum diskusi, juga melalui beberapa prestasi kami dibidang olah raga, terutama dengan adanya pendirian PS. Wanagon FC, sejak tahun 2003, dengan dimanajeri oleh Urbanus Anggaibak, sampai saat ini. Dengan adanya PS. Wanagon FC, kami benar-benar membawa keharuman nama baik daerah, suku, Pemerintah Daerah, Pihak Swasta (PT. Freeport Indonesia), dan juga membawa nama baik pelajar dan mahasiswa asal Mimika di kota Malang. Adapun beberapa prestasi yang kami raih antara lain:

  1. Juara II, Liga Cenderawasih (LICEN) 2004;

  2. Juara III, Turnamen Sepak Bola HUT Binterbusih ke-17, Malang 2004

  3. Meraih Piala bergilir Bupati Kepala Daerah Tingkat II Endde Flores – NTT-Ivitasi Kelimutu Cup, Malang 2005

  4. Juara II, Bukit Cemara Tujuh “ Footstall Competition,07” Malang 2007.

Prestasi “Kerja Sama Dengan Organisasis Lain”.

Ada beberapa prestasi yang kami capai melalui bekerja sama atau kemitraan dengan organisasi lain, antara lain:

  1. Thobias Yawame, dan beberapa anggota kami main di beberapa club elite di kota Malang.

  2. tahun 2007, saudara Jeremias Tsenawatme, dipilih menjadi ketua di Organisasi Mahasiswa Papua yang bergengsi di Jawa dan Bali, yaitu Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMA-Papua) Malang.

  3. Tahun 2006/2007, PT. Freeport Indonesia membantu/menyumbang bola sepak kepada PS. Wanagon FC.

  4. Tahun 2007, kami fasilitasi Corporate Communications Department, PT. Freeport Indonesia Jakarta, datang ke Malang dan mensosialisasikan Gambaran Umum PTFI kepada Mahasiswa Papua di kota Malang Jawa Timur.

  5. IPMAMI juga turut ambil bagian/membantu Corporate Communications Department dan HRD Department PT. Freeport Indonesia, Universitas Brawijaya Carrier Expo Samantha Krida, Universitas Brawijaya, 12 – 14 Februari 2008”.

Melalui berbagi prestasi tersebut Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika di Malang mengharumkan nama baik, suku, daerah, Pemda Mimika, dan PT. Freeport Indonesia dan kami juga dikenal dikalangan mereka.

Kami sebagai pendiri maupun pelaku yang membesarkan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) sangat kecewa karena tindakan beberapa oknum yang sempat mencoreng nama baik organisasi yang kami bangun dengan susah payah dan jatuh bangun. Tindakan yang sama sekali tidak produktif ini terjadi di Daerah Istimewah (DI) Yogyakarta, saat pelajar dan mahasiswa Mimika di Yogyakarta, yang membentuk Tim Formatur Musyawarah Besar IV & Reorganisasi IPMAK, dan hasilnya, saat itu IPMAK, dileburkan menjadi IPMAMI sebagai organisasi tunggal asal Timika, yang akan mengakomodir seluruh kebutuhan mahasiswa dan pelajar asal kabupaten Mimika tanpa memandang suku dan asal (asli).

Kami sangat menghargai sikap kepahlawan dari beberapa mahasiswa yang melalui Musyarah Besar IPMAK, berani meleburkan IPMAK dan menetapkan IPMAMI sebagai organisasi Payung asal kabupaten Mimika, namun tidak mengurangi rasa hormat kami kepada saudara-saudara yang melakukan hal tersebut, kami sebagai pendiri IPMAMI dan pemerhati mahasiswa Mimika, sangat disayangkan dan sangat kecewa, karena menurut kami para penyelenggara tidak bisa mempertanggung-jawabkan, hasil Mubes kepada public, seakan-akan kepentingan para panitia pelaksana. Kami juga sangat kecewa karena tidak meminta izin kepada para pendiri tetapi memakai nama IPMAMI dan disahkan menjadi organisasi payung untuk kabupaten Mimika. Lebih-lebih untuk menyelenggarakan kegiatantersebut para panitia membidik dana dari donator baik dari kalangan LSM, SWASTA, dan Pemda sebesar Rp. 35.000.000,00 (Tiga puluh lima juta rupiah), dengan dana tersebut menyelenggarakan acara dimaksud dan setelah Mubes, Pemerintah daerah Kabupaten Mimika memberikan dukungan dana sebesar Rp. 400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah) kepada panitia Mubes tersebut. Jadi kami kalkulasikan jumlah dana yang dibidik panitia pelaksana sebesar Rp. 435.000.000,00 (Empat Ratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah), kami melihat dana tersebut sangat besar tetapi laporan pertanggung jawaban dan implementasi Mubes tersebut dihadapan public tidak jelas, alias tidak memberikan kontribusi yang maksimal bagi mahasiswa Mimika Jawa dan Bali. Kami sangat menyayangkan hal tersebut, karena mahasiswa sebagai tulang punggung masa depan daerah tidak menunjukan etikat baik dan tidak meninggalkan bukti yang baik untuk dikenang generasi berikutnya dengan dana besar tersebut. sebenarnya kami (pendiri) banyak kegiatan tetapi tidak terlalu banyak menjual kepada pemda dan donator lain, kami menjalankan kegiatan dengan apa adanya, tetapi kegiatan Mubes, membidik dana ratusan juta rupiah tetapi kurang memuaskan.

Kami juga menghimbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika yang membantu dana sebesar Rp. 400.000.000,00 dan PT. Freeport Indonesia, yang turut mendukung Rp. 24.000.000,00 dan juga instansi lain yang mendukung dan guna pelaksanaan kegiatan tersebut, meminta pertanggungjawaban yang jelas, dan proporsional. Karena banyak mahasiswa di Jawa dan Bali yang kecewa dengan ketidak jelasan penggunaan dana tersebut. Saya menghimbau juga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika agar, semua kebijikan mengandung nilai edukasinya agar mahasiswa yang nantinya menjadi pejabat di daerah membentuk mental yang baik dan memiliki dedikasi serta memiliki mental yang bertanggung jawab. Saya juga menghimbau kepada public bahwa memakai nama IPMAMI adalah oknum-oknum tertentu yang mencari nama untuk kepentingan sekelompok individu. Buang mental uang dan miliki mental membangun untuk bangun Timika dan Papua. Urbanus Anggaibak, pemerhati mahasiswa sekaligus pendiri dan pemerhati IPMAMI, tinggal di Malang Jawa Timur.

7 Responses to “SEJARAH PENDIRIAN IPMAMI DAN KEKECEWAAN PENDIRI ORGANISASI”

  1. Jar W Says:

    salam hormat….
    kita tidak usah membesarkan nama sebagai pendiri jika tidak bisa membawa keluar diri dari permasalahan seperti ini,…..karena kalian pun hanya segelintir orang yang mendirikan IPMAMI malang. Bukan IPMAMI Se-jawa bali jadi tidak usah berlebihan seperti ini. sangatlah aneh kalau setiap saat hanya karena uang kita harus berdebat…. saudara tidak mendapatkan bagian??? masalah tersebut sangatlah simpel,,, proposal yang di ajukan guna mubes bukan dari malang… tetapi usaha dari segelintir teman2 yang kini kuliah di jogja, organisasi telah berdiri… ada berbagai macam kegiatan besar IPMAMI sejawa-bali hari esok, seharusnya kita berpikir untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan besar yang akan datang contohnya natal sudah dekat, coba teman-teman di malang buat panitia yang bisa mengumpulkan teman2 timika sejawa bali untuk natal bersama di malang, bukan memecah belahkan seperti ini….bahasa ini sangat membuat teman2 sejawa bali terprovokasi….tolong di tinjau kembali. terimakasih.

  2. Mayck Says:

    Kritik buat sdr Jar W…

    Dimana pun sejarah mencatat bahwa segala sesuatu baik ide, materi dan rencana biasanya dimulai dari segilintir orang. Yang melahirkan ide untuk mendirikan organisasi dengan nama IPMAMI Malang apakah sdr atau kawan2 Malang, sdr dikritik kok tanggapannya seperti itu?? berarti sdr tidak memahami hakikat masalah..sdr hanya paham dari sisi bentuknya saja. sdr harus tahu bahwa memulai sesuatu tidak diawali dari atas kebawah tapi harus di mulai dari bawah keatas…saudara tidak menghargai jasa dan perjuangan pendiri IPMAMI di Malang…saudara anggap hal sepeleh namun secara hukum sdr bisa kalah, karena statement sdr tidak berdasar…
    Tanpa sadar sdr klaim bahwa dana empat ratus juta (setengah miliar) yang dibantu oleh pemerintah kab. mimika semata-mata untuk kepentingan kawan2 di Jogya saja. akan tetapi saya ingin bertanya kepada sdr bahwa apakah anda sanggup untuk mempertanggungjawabkan dana sebesar itu atau tidak???
    kawan2 jogya sudah mengkhinati organisasi IPMAMI lewat pengobjekan nama anggota…sebenarnya kawan2 jogya yang harus mengklarifikasi penggunaan dana yang diklaim sebagai dana bantuan MUBES………

  3. Jar W Says:

    saya tidak merasa diri sebagai orang yang dikritik….
    karena saya adalah orang yang suka bekerja keras tanpa banyak bicara, kami melakukan bermacam kegiatan di jogja selalu dengan usaha dana2 baik berupa bazar maupun penjualan barang2 bekas layak pakai di luar proposal yang diajukan…. ke daerah maupun instansi2 sehingga saudara tidak pantas apabilah mengatakan bahwa kami hanya mengharpkan bantuan daerah tanpa suatu usaha(Kami Banyak meneteskan keringat dan kekecewaan). masalah pertanggung jawaban itu sudah pasti, setiap kegiatan itu ada pertanggung jawabanya bahkan laporan tersebut telah di antarkan langsung kepada mantan bupati sementara(karateker), Bpk A.Allo refra.SH sehingga anda tidak pantas kalau mengatakan bahwa kami adalah orang2 yang tidak bertanggung jawab, masalah menghargai saya sangat menghargai saudara2 dari malang tapi coba saudara berpikir ipmami yang menjadi fersi saudara itu adalah ipmami yang saat ini? saya sangat kecewa karena saudara sangat berlebihan dalam memamerkan diri melalui publik seolah-olah IPMAMI berdiri pertama kali di malang, saran saya : coba saudara cari tahu yang benar2 mengapa sampai Organisasi saat ini bernama IPMAMI bukan ipmi atau ipmima atau apalah…. “nama ini lahir sejak adanya MUBES tanggal 13 -15 sept 2007 di wisma kaliurang sleman DIY sehingga ipmami yang saudara katakan tadi mgkn secara kebetulan sama dengan pencetusan nama ipmami yang menjadi keputusan bersama di kaliurang. tolong kaji baik2 sehingga tidak menimbulkan banyak presepsi yang aneh-aneh.

    “Saya Hanya berpikir soal kebersamaan dan kekompakan teman2 Se Jawa-Bali” walaupun kini saya hanya salah satu alumnus juga anggota IPMAMI yang kini sudah kembali ke timika… tapi saya sangat prihatin dengan hal2 seperti ini.

    dengan tidak menimbulkan isu yang tidak pasti berarti kita bisa bersama-sama menyelenggarakan berbagai macam kegiatan ipmami di esok hari.

    “THANK 4 ALL”

  4. Leonardus Tumuka Says:

    Salam Kompak,

    Kedua sudara yang saya hormati. Saya meyakini maksud kedua saudara adalah baik. kita tidak dapat melupakan sejarah berdirinya IPMAMI, juga diganti Nama IPMAK Menjadi IPMAMI. Hendaknya kemajuan tetap berpedoman pada sejarah terbentuknya suatu peristiwa.

    Tanpa adanya pendiri atau yang memprakarsai sesuatu tentu sesuatu tersebut tidak akan muncul, berkaitan dengan hal tersebut maka Melupakan pendiri terbentuknya suatu peristiwa merupakan hal yang kurang bijaksana. Demikian pula suatu kejadian yang terjadi hendaknya dijadikan sebagai pedoman bagi terciptanya suatu hal yang lebih baik pada masa mendatang.

    Jika ada kakeliruan mengenai keuangan yang kedua saudara diskusikan dalam debat tersebut, sebaiknya yang menjawab atau yang menjelaskan sesuatu jangan di jawab secara emosi. sebab menjelaskan sesuatu secara emosi tidak akan menyelesaikan permasalahan, yang ada hanya akan menyulut kemarahan seluruh mahasiwa Mimika.

    Kita yang dikritik hendaknya berada tetap pada koridor untuk mencoba menjelaskan sesuatu yang hendak diketahui, demikian kita yang mengkritik juga mau mencoba menanggapi dengan kepala dingin penjelasan yang dijelaskan. apabila ada yang kurang tepat dapat ditanyakan, demikian yang menjelaskan henaknya bijaksana.

    Saya juga yakin bahwa kedua saudara adalah pemerhati kemajuan mahasiswa dan pembangunan daerah Mimika.Oleh sebab itu sebaiknya sebagai orang Mimika tanpa membedakan apapun latar belakang, sebaiknya kita bangun komunikasi yang baik. Junjunglah tinggi ilmu pengetahuan yang saudara telah miliki dengan menjalin komunikasi yang lebih baik.

    Masukan bagi IPMAMI, akan lebih baik jika secara transparan mempublikasikan kepada seluruh mahasiswa Mimika mengenai hal tersebut (Penggunaan dana 400 jt). masih banyak kawan-kawan yang bingung tentang hal tersebut. tujuannya jelas, agar kedepan tidak muncul kebingungan yang sama, yang tentu dapat meyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

    Keep Your Peace and Smile for Mimika People’s Future.

    Thaks.

  5. Jar.W Says:

    Terimakasih saudara Leo atas masukanya…
    saya akan berusaha untuk membangun komunikasi dengan teman2 di jogja untuk lebih mentranparansikan dana tersebut untuk teman2 se jawa-bali, agar tidak lagi terjadi kecemburuan antar teman2 seperti ini.
    Hormat Pa.

  6. nicko Says:

    teman2 ku smuanya!!

    klo bisa media ini digunakan untuk membangun komonikasi antara kita hati2 jangan salah di gunakan!!!

    mari kita sama2 mengevalusi yang kita telah lakukan dan sekarang misi kami semua untuk Mimika dan Papua umumnya!!! berdoa dan bekerja

  7. WAY DOE Says:

    MANA ITEM FOLLOWNYA

Leave a Reply