<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Keterpurukan Orang Asli Papua di Era Otsus</title>
	<atom:link href="http://ipmami.org/2009/06/12/keterpurukan-orang-asli-papua-di-era-otsus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ipmami.org/2009/06/12/keterpurukan-orang-asli-papua-di-era-otsus/</link>
	<description>IPMAMI se Jawa Bali</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 10:02:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Leonardus Tumuka</title>
		<link>http://ipmami.org/2009/06/12/keterpurukan-orang-asli-papua-di-era-otsus/comment-page-1/#comment-5043</link>
		<dc:creator>Leonardus Tumuka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 10:12:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ipmami.org/?p=152#comment-5043</guid>
		<description>Benar saudara.!! 
Saya sepakat bahwa orang Papua semakin terpuruk meskipun berada pada tataran otonomi khusus. Otonomi Khusus (otsus) tidak memberikan kemjuan yang berarti, melainkan malah ada indikasi kehancuran.  oleh sebab itu Papua harus bangkit untuk melakukan perubahan di tanah sendiri. Tidak ada siapa pun yang dapat merubah orang Papua, kecuali kesadaran akan pentingnya perubahan itu benar-benar mengilhami hati dan nurani orang Papua untuk benar-benar berubah. 

Selain itu nampaknya, kita (orang Papua) terlalu terlena dengan segalah keindahan alam yang ada, sehingga menyebabkan kita mudah merasa diri cepat puas. Padahal masih sangat banyak hal yang sedang merongrong masa depan, termasuk ketidak jelasan masa depan masyarakat akibat globalisasi.

Masyarakat kecil tidak dapat mengatakan bahwa sebaiknya masa depan harus dirubah seperti ini atau itu, sebab ada keterbatasan kemampuan menciptakan masa depan karena Sumber daya manusia, diantaranya tingkat pengetahuan. Mereka hanya dapat berharap. Yang bisa mungkin hanya mereka yang memiliki kekuasaan untuk menentukan masa depan sesuai keinginan mereka. mau hancur atau baik, semua berada pada kendali mereka. saya berharap semua pemimpin memiliki angan-angan untuk membangun masa depan masyarakat Papua yang lebih baik, semoga.

Berkaitan dengan adanya ketertinggalan di aspek ekonomi merupakan pandangan yang sangat luar biasa. Sejauh ini kita orang Papua belum melihat potensi diri, bahwa pada prinsipnya kita mampu merubah keterpurukan itu. Kita malahan lebih memegang teguh pandangan ekonomi &quot;kuno&quot;, &quot;Apa yang ada hari ini cukup untuk hari ini sebab besok bisa dicari lagi&quot;. Semua itu dipikirkan begitu saja, tanpa melihat bahwa besok akan turun hujan yang akan menyebabkan banjir atau tidak. Ini dilema kemajuan. Sebab kita tidak hidup untuk kembali pada zaman pra sejarah, melainkan kita sedang &quot;berenang&quot; menuju arus yang kemudian disebut globalisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pandangan yang mengatakan,&quot;Apa yang ada hari ini cukup untuk hari ini sebab besok bisa dicari lagi&quot; harus dihilangkan dengan &quot;apa yang didapatkan hari ini ditabung untuk hari esok, sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok&quot;.

Kita orang Papua juga belum berpikir bagaimana menjadi pengusaha, melainkan lebih berpikir bagaimana caranya menjadi politisi. Kita juga belum berpikir bagaimana mengendalikan pertanian, sehingga orang Papua bisa swadaya pangan. Kita juga belum berpikir untuk menjadi pedagang besar. Jika kita mau kita bisa jadikan Papua sebagai daerah penghasil komoditas sagu terbesar untuk daerah lain. Begitu juga, jika kita mau, kita bisa menjadikan Papua sebagai penghasil komoditas Ubi ekspor No. 1 di dunia. Semua bisa kita lakukan. Asal kita mau bekerja keras dan memberikan pencerahan dan harapan bagi mama-mama kita yang menderita di sana, sehingga kita bisa berinovasi lebih baik.

Tidak ada yang bisa diharapkan lagi untuk merubah orang Papua, kecuali berharap untuk lebih meningkatkan kemampuan diri sendiri.

Yakinlah, bahwa Orang PAPUA BISA!!

Semoga harapan akan masa depan yang lebih baik memberikan ilham bagi kemajuan seluruh masyarakat Papua menuju perubahan yang menjadi impian, amin.

Salam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar saudara.!!<br />
Saya sepakat bahwa orang Papua semakin terpuruk meskipun berada pada tataran otonomi khusus. Otonomi Khusus (otsus) tidak memberikan kemjuan yang berarti, melainkan malah ada indikasi kehancuran.  oleh sebab itu Papua harus bangkit untuk melakukan perubahan di tanah sendiri. Tidak ada siapa pun yang dapat merubah orang Papua, kecuali kesadaran akan pentingnya perubahan itu benar-benar mengilhami hati dan nurani orang Papua untuk benar-benar berubah. </p>
<p>Selain itu nampaknya, kita (orang Papua) terlalu terlena dengan segalah keindahan alam yang ada, sehingga menyebabkan kita mudah merasa diri cepat puas. Padahal masih sangat banyak hal yang sedang merongrong masa depan, termasuk ketidak jelasan masa depan masyarakat akibat globalisasi.</p>
<p>Masyarakat kecil tidak dapat mengatakan bahwa sebaiknya masa depan harus dirubah seperti ini atau itu, sebab ada keterbatasan kemampuan menciptakan masa depan karena Sumber daya manusia, diantaranya tingkat pengetahuan. Mereka hanya dapat berharap. Yang bisa mungkin hanya mereka yang memiliki kekuasaan untuk menentukan masa depan sesuai keinginan mereka. mau hancur atau baik, semua berada pada kendali mereka. saya berharap semua pemimpin memiliki angan-angan untuk membangun masa depan masyarakat Papua yang lebih baik, semoga.</p>
<p>Berkaitan dengan adanya ketertinggalan di aspek ekonomi merupakan pandangan yang sangat luar biasa. Sejauh ini kita orang Papua belum melihat potensi diri, bahwa pada prinsipnya kita mampu merubah keterpurukan itu. Kita malahan lebih memegang teguh pandangan ekonomi &#8220;kuno&#8221;, &#8220;Apa yang ada hari ini cukup untuk hari ini sebab besok bisa dicari lagi&#8221;. Semua itu dipikirkan begitu saja, tanpa melihat bahwa besok akan turun hujan yang akan menyebabkan banjir atau tidak. Ini dilema kemajuan. Sebab kita tidak hidup untuk kembali pada zaman pra sejarah, melainkan kita sedang &#8220;berenang&#8221; menuju arus yang kemudian disebut globalisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pandangan yang mengatakan,&#8221;Apa yang ada hari ini cukup untuk hari ini sebab besok bisa dicari lagi&#8221; harus dihilangkan dengan &#8220;apa yang didapatkan hari ini ditabung untuk hari esok, sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok&#8221;.</p>
<p>Kita orang Papua juga belum berpikir bagaimana menjadi pengusaha, melainkan lebih berpikir bagaimana caranya menjadi politisi. Kita juga belum berpikir bagaimana mengendalikan pertanian, sehingga orang Papua bisa swadaya pangan. Kita juga belum berpikir untuk menjadi pedagang besar. Jika kita mau kita bisa jadikan Papua sebagai daerah penghasil komoditas sagu terbesar untuk daerah lain. Begitu juga, jika kita mau, kita bisa menjadikan Papua sebagai penghasil komoditas Ubi ekspor No. 1 di dunia. Semua bisa kita lakukan. Asal kita mau bekerja keras dan memberikan pencerahan dan harapan bagi mama-mama kita yang menderita di sana, sehingga kita bisa berinovasi lebih baik.</p>
<p>Tidak ada yang bisa diharapkan lagi untuk merubah orang Papua, kecuali berharap untuk lebih meningkatkan kemampuan diri sendiri.</p>
<p>Yakinlah, bahwa Orang PAPUA BISA!!</p>
<p>Semoga harapan akan masa depan yang lebih baik memberikan ilham bagi kemajuan seluruh masyarakat Papua menuju perubahan yang menjadi impian, amin.</p>
<p>Salam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
