RESPON MAHASISWA JOGJA TERHADAP WABAH DIARE-KOLERA DARI NABIRE, DOGIYAI, PANIAI HINGGA TIMIKA

Author: medexp  //  Category: Pengumuman

Jogjakarta, 06 oktober 2008

Jogja(BA-PA), Kejadian luar biasa yang melanda pegunungan tengah Papua antara lain wilayahn lemba kamuu, kabupaten Nabire dan Desa Kebo kabupaten Paniai serta beberapa daerah di sekitarnya terjadi kasus penyakit (wabah) diara-kolera. Sejak 6 April 2008 sampai saat ini, dimana telah menelan nyawa 355 orang dewasa dan anak-anak dan ini bukan karna factor kebersihan saja tetapi ada factor lain yang menyebabkan itu.Menanggapi hal ini Mahasiswa Papua jogjakarta yang di dominasi mahasiswa Paniai dan Nabire yang ada di Jogjakarta dengan menamakan diri SOLIDARITAS PELAJAR/MAHASISWA PEDULI HIDUP SEHAT MASYARAKAT PRIBUMI PAPUA dengan kordinator aksi Emanuel Gobay, pada 6 oKtober 2008 mengadakan aksi turun jalan dengan melakukan orasi dari depan kantor DPRD propinsi Jogjakarta, menuju Kepatihan (kantor Gubernur Jogjakarta) lalu berakhir di depan perempatan kantor pos pusat. Mahasiswa nyatakan keprihatinan dan meminta kepada Bupati Nabire, Bupati Paniai, Bupati Dogiyai, Gubernur Propinsi Papua, serta pemerintah pusat agar :

1. Mengambil Langka pro aktif segera dangan mengirim tim medis yang propesional ke lapangan untuk melakukan pengobatan bagi masyarakat yang menderita di tempat kejadian/wabah tersebut;

2. Melakukan tindakan pemulihan atas segala dampak buruk baik fisik, mental, dan social yang ditimbulkan oleh wabah tersebut. Juga tindakan pencegahan, misalnya berupa pelatihan SAR kepada rakyat di kedua kabupaten supaya apabila terjadi lagi di kemudian hari maka, masyarakat sudah siap untuk menanganinya sendiri.

3. Membangun infrastruktur kesehatan baru di daerah-daerah terpencil di papua lengkap dengan tambahan tenaga medis,bukan hanya untuk mengatasi penyakit yang sudah ada, tapi bersifat pencegahan dengan memberikan pendidikan-pendidikan pola hidup sehat;

4. Tidak menyibukkan diri dengan pemekaran dan jabatan politik semata, melaikan memberikan pelayanan kesehatan bermutu seperti diperintahkan pasal 59 UU no.21/2001 tentang Otsus dan system kesehatan pangan yang mendukung terjaminnya gizi yang baik;

5. Mengkaji/menyelidiki mendalami tentang penyebab sesungguhnya dari wabah diare-kolera ini dan hasilnya diumumkan kepada masyarakat luas agar dapat menghentikan segala praduga dan kecemasan yang sedang berkembang.

Kepada Tokoh agama, tokoh adat,tokoh perempuan dan tokoh pemuda serta seluruh lapisan masyarakat agar turut mendesak pemerintah agar Memberikan layanan kesehatan gratis dan berkualitas untuk rakyat Papua !!!

Setelah turun ke jalan mahasiswa Paniai nabire melakukan evaluasi kegiatan di asrama mahasiswa papua Jl.kusumanegara 119. Mahasiswa akan menungguh respon dari pemerintah terhadap kasus ini jika tidak ada respon dari pemerintah maka mahasiswa akan mengadakan aksi yang lebih besar lagi sampai ada respon dari pemerintah daerah maupun pusat. Dengan bantuk aksi turun jalan atau penelitian serta seminar nasional.

Di waktu yang berbedah kami mendapatkan informasi melalui WEB timika (PAPOS) 6 oktober 2008 “-Hingga September 2008, telah terjadi 990 kasus diare yang menyerang penduduk yang bermukim di pesisir selatan Kabupaten Mimika diantaranya di Kekwa Distrik Mimika Tengah, Mapurujaya Distrik Mimika Timur, Manasari Distrik Mimika Timur Jauh, Fakafuku Distrik Agimuga dan Noema serta Wapu Distrik Jita, Wakia Distrik Mimika Barat Tengah dan juga Umpliga Distrik Jita. Dari 990 kasus diare tersebut, tercatat 30 orang dinyatakan meninggal dunia”

Dan kagetnya lagi ternyata wabah ini sudah memasuki kabupaten timika, apakah nantinya akan mewabah di seluruh papua.

Kalau di cermati ada faktor keterlambatan penanganan yang di lakuakan oleh pemerintah membuat kasus ini semakin bertambah dan banyak jiwa yang meninggal. Ada banyak alasan yang di ambil pemerintah untuk membelah diri seperti faktor geografis, ketiadaan transportasi dan alasan lainnya yang masuk akal tetapi sebenarnya berbohong. Dan Pemerintah lebih memilih mengurusi Pilkada, caleg,partai dan persoalan-persoalan lain yang sebenarnya itu bukan perioritas pertama.Pihak gereja, LSM dan masyarakat sudah melakukan hal-hal yang bisa dilakukan sesuai kemampuannya tetapi kenapa pemerintah tidak maksimal melihat kasus ini, di mana kepemimpinanmu, dimana harga dirimu, dimana tanggungjawabmu. Kami tunggu saja, semoga pemerintah akan mempu menjawab tuntutan rakyatnya.(Medexp) www.medexpkg.blogspot.com

MAKRAB DAN INFORMASI HIV AIDS SANGAT PENTING

Author: medexp  //  Category: Pembicaraan Umum


Minggu, 14 September 2008.

Jogja (Bangkit Papua/BA-PA), Data kasus HIV dan AIDS Dinas Kesehatan Propinsi Papua per 31 Desember 2007 kabupaten Mimika mencatat sebagai urutan pertama untuk wilayah Papua dengan jumlah 1478 kasus. Data ini memperihatinkan bagi mahasiswa Papua khususnya mahasiswa timika (IPMAMI).

Pada kesempatan kali ini Mahasiswa timika Jogjakarta mencoba menyiapkan diri untuk menjadi kader papua khususnya dari timika. Maka mahasiswa mengambil kesempatan dengan membuat kegiatan Makrab penyambutan mahasiswa baru Mimika. Yang diadakan pada tanggal 13-14 September 2008 hari sabtu dan minggu bertempat di wisma kaliurang-Jogjakarta dengan tema ”Dengan momen IPMAMI JOGLO, mari eratkan tali persaudaraan dan kebersamaan untuk meningkatkan mutu SDM timika”. Pada hari pertama panitia lebih memberikan materi pengenalan akan lingkungan, organisasi, persatuan dan keakrabanan dengan mahasiswa timika maupun dengan paguyuban lain atau dilingkungan non papua. Pada sesi terakhir di hari pertama panitia memberikan kesempatan kepada Yayasan binterbusih yang di wakili oleh Medex Pakage dan Lusy Yarinap sebagi relawan hiv dalam menyampaikan informasi dasar HIV dan AIDS dan pemutaran film testimony ODHA dari Papua oleh metro Papua. Informasi yang di sampaikan adalah pengertian HIV dan AIDS, HIV dan AIDS bisa tertular melalui : 1. Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS) 2.menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau bekas. 3.Dari ibu yang positif HIV kepada bayinya melalui proses hamil, melahirkan dan menyusui (ASI). HIV dan AIDS tidak tertular melalui : 1. Gigitan nyamuk, 2. keringat, sentuhan, pelukan ataupun ciuman’ 3. berenang bersama, 4. memakai kamar mandi (toilet) bergantian, 5. memakai alat makan bersama. Pencegahan penularan HIV dan AIDS : 1. Jika belum menikah tetap harus puasa seks/ tidak melakukan hubungan seks. perzinahan, dalam ajaran agamapun di catat sebagai dosa. 2. harus tetap setia dengan pasangan anda, jangan ganti-ganti pasangan. 3. kalau tidak bisa tahan dalam melakukan hubungan seksual, harus pakai kondom. 4. hindari penggunaan jarum suntik yang tidak streril. 5. informasi hiv dan aids yang maksimal. dan bagaimana menjaga alat reproduksi yang baik.

Ada beberapa pertanyaan yang di ajukan peserta yang dihadiri kurang lebihnya 90 peserta. menurut salah satu peserta Jefri bahwa jika bapa atau dan ibunya tertular HIV apakah anaknya dapat tertular HIV ?. di jawab oleh medex pakage yang juga perna menjadi manajer kasus HIV bawah, HIV dapat di cegah penularannya kepada bayi. tetapi jika bapa dan atau ibu yang HIV positif harus mengikuti metode pencegahan ibu ke anak dengan cara, pada proses awal Hubungan seks oleh suami istri untuk mempunyai seorang bayi, harus di ukur dengan masa kesuburan dari istri dan mereka harus mengukur jumlah virus dalam tubuh (test viral road ) untuk memastikan kalau mereka mempunyai jumlah virus yang normal (Viral load dibawah 1000) dan dapat melakukan hubungan seks tanpa kondom. Bila perlu istri (perempuan ODHA) menggunakan ART (antiretroviral terapi) untuk mencegah penularan hiv pada proses pertumbuhan janin melalui plasenta, lalu pada proses melahirkan dia dianjurkan untuk melahirkan secara operasi sesar karna kalau tidak akan mudah tertular pada proses melahirkan secara alami, dan pada saat menyusui dianjurkan untuk tidak menggunakan ASI (air susu ibu). Dengan semua upaya ini, kemungkinan bayi terinfeksi dapat dikurangi jauh di bawah 8 persen.

Pada akhir sesi diskusi HIV, ketua panitia sekaligus sesepuh IPMAMI (ikatan pelajajar mahasiswa Mimika) sdr.Robby Omaleng menyatakan kalau IPMAMI Jogjakarta akan mencoba membuat treaning tentang hiv khusus buat mahasiswa timika, dengan tujuan menyiapkan mahasiswa akan informasi hiv agar bisa membantu masyarakat di timika nantinya dan lebih khusus merekapun akan bisa lebih mengontrol dirinya sendiri. Robby omaleng mahasiswa tugas akhir pada STPMD APMD Jogjakarta juga salah satu penerima beasiswa LPMAK menambahkan persiapan makrab kali ini sudah di lakukan pada beberapa bulan lalu dengan pencarian dana berupa swadaya mahasiswa sebesar Rp.2 juta dan sumbangan dari kas IPMAMI sebesar Rp. 2 juta. Dengan dana sebesar itu kami memberanikan diri untuk membuat kegiatan ini dengan tujuan agar komunikasi antara kita akan tetap di bangun dan ada banyak informasi yang bisa di dapat peserta dengan kegiatan makrab ini. Harapannya juga, pemerintah daerah timika, PT.FI dan LPMAK, LEMASA dan LEMASKO dapat memberikan dukungan kepada mahasiswa timika sehingga pengembangan diri di kampus maupun luar kampus dalam bantuk training-training atau kursus-kursus yang dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa untuk pengembangan kota timika nantinya juga.

Kegiatan makrab pada hari kedua lebih pada keakraban antara peserta dan panitia. Dimana peserta yang terdiri dari mahasiswa timika dan simpatisan dari mahasiswa kabupaten di luar timika dan papua, dengan bentuk kegiatan games dan diskusi seputar organisasi IPMAMI.

Yang terpenting tujuan mahasiswa adalah untuk belajar, oleh sebab itu Hati-hati dengan perilaku yang beresiko anda, sebab akan mempermudah penularan IMS, HIV dan AIDS. karna tujuan dan cita-cita anda masih panjang, demikian disampaikan pada akhir pertemuan oleh medex.

Terima kasih buat teman-teman pendukung IPMAMI, Yayasan Binterbusih buat proyektornya, Alberd Duwit buat leptopnya dan Rudolf Rudamaga relawan HIV. (Medex pakage-Kordinator Wilayah Jogjakarta Yayasan Binterbusih).

www.medexpkg.blogspot.com

www.binterbusih.tk

Presiden SBY Setuju Provinsi Papua Tengah

Author: antiduwa  //  Category: Pembicaraan Umum

TIMIKA – Sekjen Tim Pemekaran Provinsi Papua Tengah, Hironimus Taime, SE mengatakan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui terbentuknya Provinsi Papua Tengah untuk berdiri sendiri. Karena itu, menurutnya dalam waktu dekat Rancangan Undang-undang (RUU) pembentukan kabupaten/kota/provinsi seluruh Indonesia segera dibahas termasuk Provinsi Papua Tengah.

“Ini kabar gembira bagi seluruh komponen bangsa Indonesia khususnya di Papua Tengah. Ini berkat dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri oleh semua yang berdomisili di Papua Tengah terutama Timika sebagai Ibu Kota Papua Tengah”, kata Hironimus Taime ketika menyampaikan kabar tersebut kepada Radar Timika melalui telepon seluler, Kamis (14/8) lalu.

Hironimus mengatakan pemekaran Provinsi Papua Tengah merupakan harga diri masyarakat Papua Tengah dan wajah NKRI yang ingin memajukan daerah dan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Apa lagi Papua tengah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup sebagai aset masa depan bangsa.

Secara terpisah sebelumnya, Ketua Tim Pemekaran Provinsi Papua Tengah (PTT), Andreas Anggaibak di kediamannya, meminta masyarakat Mimika memberikan dukungan positif agar pemekaran Papua Tengah segera terbentuk dengan ibu kotanya di Timika.

Soal karateker Gubernur Papua Tengah, menurutnya menjadi kewenangan pusat, yakni setelah diseleksi yang terbaik akan dilantik menjabat karateker gubernur di Papua Tengah. (ino)

====================

sumber : Sabtu, 16/08/2008 09:35 (GMT+9.5)

Lowongan Trakindo

Author: danasulthon  //  Category: Pembicaraan Umum

Selamat malam,

Perkenalkan saya Adlan Bagus Pradana. Recruiter dari PT Trakindo Utama, salah satu perusahaan kontraktor di lingkungan jobsite PTFI. Saya mengajak teman2 mahasiswa Mimika yang sudah lulus untuk kembali dan berkarya di tanah Mimika melalui perusahaan kami.

Saya ingin mengirimkan pengumuman resmi, namun saya bingung harus mengirimkannya ke mana. Oleh sebab itu melalui post ini, saya mohon informasi contact person yang bisa saya hubungi. Silakan hubungi saya di adlan_pradana@fmi.com atau 08122788985. Saya tunggu balasannya.

Amole……

KPUD Mimika Tawarkan Penghitungan Ulang Perolehan Suara

Author: antiduwa  //  Category: Pembicaraan Umum

Senin, 2 Juni 2008 | 16:02 WIB

TIMIKA, SENIN – Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Mimika menawarkan penghitungan ulang rekapitulasi perolehan suara Pilkada Kabupaten Mimika di tingkat Distrik Mimika Baru. Tawaran itu disampaikan setelah rapat pleno penghitungan rekapitulasi suara Pilkada Kabupaten Mimika, Senin (2/6), diskor karena kontroversi hasil perolehan suara di Distrik Mimika Baru.

Pasangan nomor urut 4 Yopie Kilangin – Yohanes Felix Eliyanan berkeras rapat pleno Panitia Pemilihan Distrik Mimika Baru pada 22 Mei lalu tidak sah karena dilakukan secara tertutup dan rahasia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Mimika, Yosephina Anna Balla, juga menilai Panitia Pemilihan Distrik Mimika Baru melanggar prosedur penghitungan rekapitulasi perolehan suara.Tawaran KPUD Kabupaten Mimika ditolak saksi pasangan nomor urut 3 Klemen Tinal – Abdul Muis, pasangan nomor urut 3 Klemen Tinal – Abdul Muis.

Panitia Pemilihan Distrik Mimika Baru juga menolak tawaran KPUD Mimika Baru. Jika hasil penghitungan Panitia Pemilihan Distrik Mimika Baru ikut diperhitungkan, maka pasangan nomor urut 3 Klemen Tinal – Abdul Muis, memperoleh 31.083 suara. Pasangan nomor urut 4 Yopie Kilangin – Yohanes Felix Eliyanan mendapatkan 29.617 suara.

Sementara asangan nomor urut 2 Hans Magal – Sutoyo meraih 16.780 suara, diikuti pasangan nomor urut 1 Yan Anton Yoteni – Pdt Paulus Pakage (pasangan pertama) yang meraih 6.971 suara.

Hasil itu belum bisa disahkan karena para pihak masih memperdebatkan keabsahan rekapitulasi perolehan suara Pilkada Kabupaten Mimika di tingkat Distrik Mimika Baru.

sumber : kompas.online

Pelatihan Ekologi – Bersahabat dgn Lingkungan

Author: Minggus Renyaan  //  Category: Pengumuman

 

Pelatihan Ekologi

 Hutan di Papua merupakan sebagian dari paru-paru dunia… Sampai saat ini masih ada penebangan liar oleh pengusaha-pengusaha yang tidak bertanggung jawab dan apabila hal ini dibiarkan oleh generasi sekarang maka keseimbangan ekologi di dunia dan Papua khususnya akan rusak yang artinya kita akan susah bernafas (oksigen menipis), rawan banjir (hutan gundul), banyak binatang punah (hilang habitat), kepanasan (lapizan ozone rusak)… dan bukan tidak mungkin 10 atau 20 tahun kedepan, oksigen akan diperjual belikan! bukankah hutan Papua merupakan aset yang bukan main tak ternilai harganya bagi keberlangsungan hidup umat manusia dunia ini..??? Kita harus lakukan tindakan nyata untuk selamatkan hutan kita!!!

Baca juga: Greenpeace– Dukung Kebijakan Larangan Ekspor Kayu Bulat dari Tanah Papua atau Indonesia akan Kehilangan Hutan Terakhirnya!

Ada manfaatnya juga dimulai dengan mengikuti pelatihan ini.

poster pelatihan ekologi stube hemat

 

Stube-HEMAT Yogyakarta akan mengadakan Pelatihan Ekologi besok tanggal 2-4 Mei 2008 dan penanaman pohon di Gunungkidul pada 11 Mei 2008.Pelatihan bertempat di Wisma Soedono, Warak, Sumberadi, Sleman.

Pelatihan ini diadakan dengan tujuan: 1) memberi bekal kepada mahasiswa supaya mampu memberikan kontribusi dalam usaha pengelolaan dan pelestarian lingkungan,

2) memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang masalah-masalah lingkungan hidup,

3) menumbuhkan kesadaran dan kepedulian mahasiswa tentang masalah-masalah lingkungan hidup, dan

4) memberikan paradigma pengelolaan dan pelestarian lingkungan bagi mahasiswa dalam menyikapi masalah lingkungan hidup. Pelatihan kali ini akan difasilitasi oleh fasilitator dari Fakultas Biologi Lingkungan UKDW, Staf Dinas Lingkungan Kota Yogyakarta,WALHI, JENDELA EKOLOGI, KIH, dan pengurus Paguyuban Sukunan Bersemi. Kontribusi peserta Rp. 10.000. Fasilitas: materi, akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama pelatihan berlangsung.Peserta juga akan mendapatkan sertifikat setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Pendaftaran ditutup pada hari Senin, 28 April 2008. Untuk pendaftaran hubungi Yeanne (085228160008) atau Aji (08122769380).

pemilihan bupati mimika

Author: alex beanal  //  Category: Pembicaraan Umum

Timika, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Mimika, Papua, Anna Yosephina Balla SAg mengatakan, para kandidat Bupati dan kandidat Wakil Bupati Mimika, Provinsi Papua yang akan bertarung dalam pesta demokrasi Pilkada 19 Mei mendatang sudah melakukan kampanye terselubung alias “curi start kampanye”, padahal jadwal kampanye baru akan digelar 28 April hingga 14 Mei.

“Hampir di semua tempat umum di kota Timika saat ini sudah dipasang poster-poster, liflet, kalender yang memuat foto para calon. Tidak itu saja, di rumah-rumah makan terpampang jam dinding yang memuat foto para calon. Hal ini tidak benar karena jadwal kampanye belum dimulai,” kata Anna Balla di Timika, Jumat (28/3).

Terkait temuan itu, Anna Balla meminta Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Mimika menertibkan poster, liflet, kalender, jam dinding yang memuat foto para calon. Selain itu, Panwas Pilkada Mimika diminta menertibkan baliho-baliho di berbagai sudut jalan di kota Timika. Sesuai kesepakatan Pansus DPRD Mimika, KPUD, Panwas dan Tim Sukses masing-masing calon beberapa waktu lalu, baliho hanya dipasang di Sekretariat Koalisi Partai Politik (Parpol) di tingkat kabupaten, distrik dan kampung. Adapun jarak pemasangan baliho salah satu calon minimal 500 meter dari baliho calon lainnya.

Pejabat Ketua DPRD Mimika, Stefanus Rahangiar SSos meminta Panwas Pilkada Mimika lebih tegas dalam menerapkan aturan main Pilkada. “Semua baliho yang tidak beraturan harus dibongkar. Baliho hanya dipasang pada Sekretariat Koalisi dan Posko. Kalau sudah ada baliho yang memajang foto salah satu calon di salah satu tempat, calon yang lain tidak boleh memasang baliho di tempat yang sama, itu namanya cari gara-gara,” kata Rahangiar.

Tentang kasus “curi start kampanye”, Rahangiar menganggap masih wajar lantaran masing-masing calon berkompetisi mencari massa pendukung. “Soal pemajangan poster, liflet maupun pemberian sembako, uang, safari Pilkada, itu masih wajar karena masing-masing calon berlomba-lomba mendapat simpatik dari massa,” tutur Rahangiar.

Ada empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang akan bertarung dalam Pilkada, 19 Mei mendatang, pasangan Yan Anton Yoteni AmdPd-Pdt Paulus Pakage STh yang diusung Koalisi Membangun Dalam Kasih. Pasangan Hans Magal SPT-Sutoyo AmdKes yang diusung Koalisi Mimika Bangkit, pasangan Klemen Tinal SE MM-Ir Abdul Muis MM yang diusung Koalisi Mimika Untuk Semua, dan pasangan Drs Yosep Yopi Kilangin-Yohanes Felix Helyanan SE yang diusung Koalisi Suara Rakyat

Axl/Sk

paskah koorwil Yogyakarta-Solo

Author: antiduwa  //  Category: Event / Kegiatan, Pengumuman

Yesus telah menebus dosa kita di kayu salib dan Maut sudah dikalahkan. Mari sambut hari kemenangan Dia atas maut dalam ibadah perayaan Paskah Ikatan Pelajar Mahasiswa Mimika (IPMAMI) Koordinator wilayah Yogyakarta-Solo (Yogyakarta, Solo, Magelang, Purworejo, dan sekitarnya) yang akan diselenggarakan pada :

Hari/tanggal : Sabtu/ 5 April 2008

Jam : 18.00 WIB

Tempat : Wisma Imanuel (belakang gedung RRI) jalan Gejayan/Affandi no 9 Yogyakarta

ATas perhatiannya diucapkan banyak terima kasih.

Panitia Paskah IPMAMI Koorwil Yogyakarta-Solo

Pesta Demokrasi Yang Akan laksanakan di Mimika

Author: alex beanal  //  Category: Pembicaraan Umum

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Mimika, Papua, Anna Yosephina Balla SAg mengatakan, para kandidat Bupati dan kandidat Wakil Bupati Mimika, Provinsi Papua yang akan bertarung dalam pesta demokrasi Pilkada 19 Mei mendatang sudah melakukan kampanye terselubung alias “curi start kampanye”, padahal jadwal kampanye baru akan digelar 28 April hingga 14 Mei.

“Hampir di semua tempat umum di kota Timika saat ini sudah dipasang poster-poster, liflet, kalender yang memuat foto para calon. Tidak itu saja, di rumah-rumah makan terpampang jam dinding yang memuat foto para calon. Hal ini tidak benar karena jadwal kampanye belum dimulai,” kata Anna Balla di Timika, Jumat (28/3).

Terkait temuan itu, Anna Balla meminta Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Mimika menertibkan poster, liflet, kalender, jam dinding yang memuat foto para calon. Selain itu, Panwas Pilkada Mimika diminta menertibkan baliho-baliho di berbagai sudut jalan di kota Timika. Sesuai kesepakatan Pansus DPRD Mimika, KPUD, Panwas dan Tim Sukses masing-masing calon beberapa waktu lalu, baliho hanya dipasang di Sekretariat Koalisi Partai Politik (Parpol) di tingkat kabupaten, distrik dan kampung. Adapun jarak pemasangan baliho salah satu calon minimal 500 meter dari baliho calon lainnya.

Pejabat Ketua DPRD Mimika, Stefanus Rahangiar SSos meminta Panwas Pilkada Mimika lebih tegas dalam menerapkan aturan main Pilkada. “Semua baliho yang tidak beraturan harus dibongkar. Baliho hanya dipasang pada Sekretariat Koalisi dan Posko. Kalau sudah ada baliho yang memajang foto salah satu calon di salah satu tempat, calon yang lain tidak boleh memasang baliho di tempat yang sama, itu namanya cari gara-gara,” kata Rahangiar.

Tentang kasus “curi start kampanye”, Rahangiar menganggap masih wajar lantaran masing-masing calon berkompetisi mencari massa pendukung. “Soal pemajangan poster, liflet maupun pemberian sembako, uang, safari Pilkada, itu masih wajar karena masing-masing calon berlomba-lomba mendapat simpatik dari massa,” tutur Rahangiar.

Ada empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang akan bertarung dalam Pilkada, 19 Mei mendatang, pasangan Yan Anton Yoteni AmdPd-Pdt Paulus Pakage STh yang diusung Koalisi Membangun Dalam Kasih. Pasangan Hans Magal SPT-Sutoyo AmdKes yang diusung Koalisi Mimika Bangkit, pasangan Klemen Tinal SE MM-Ir Abdul Muis MM yang diusung Koalisi Mimika Untuk Semua, dan pasangan Drs Yosep Yopi Kilangin-Yohanes Felix Helyanan SE yang diusung Koalisi Suara Rakyat.

AXL/SK

Program Bupati Mimika yang utama dan terutama

Author: alex beanal  //  Category: Pembicaraan Umum

kepada rakyat di kampung-kampung.

Saat menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2008 kepada 30 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Mimika bertempat di Pendopo Rumah Negara SP3-Timika, Senin (10/3), Rafra mengingatkan pimpinan SKPD agar berhati-hati dalam mengelola anggaran pembangunan sehingga mereka harus tetap mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Peganglah tongkat kejujuran dalam bekerja. Selama anda bekerja sesuai aturan, Bupati akan bertanggung jawab penuh bila ada pemeriksaan. Tetapi kalau melakukan penyelewengan dan penyimpangan, anda sendiri yang bertanggung jawab,” ungkap Rafra.

APBD Kabupaten Mimika tahun 2008 mencapai Rp 1.112.585.720.300 dengan
perincian belanja daerah sebesar Rp 1.088.903.857.000 yang terdiri dari belanja langsung Rp 817.554.416.000 dan belanja tidak langsung Rp
270.857.441.000 untuk membiayai 128 program dan 337 kegiatan yang
terdapat pada 30 SKPD.

Sumber dana diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 32.282.144.000, dana perimbangan Rp 961.414.012.300, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 60.358.600.000 dan dana Otonomi Khusus Papua Rp 58.537.964.000.

Menurut Rafra, alokasi anggaran tahun 2008 difokuskan pada bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi kerakyatan dan pembangunan infrastruktur sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, peningkatan kesehatan, gizi dan kesehatan masyarakat serta dalam rangka membuka isolasi daerah.

Khusus menyangkut proses lelang, Bupati Mimika mengingatkan pimpinan SKPD tidak pilih kasih dan menerima memo dari pejabat tertentu untuk mendapatkan proyek, tetapi sebaliknya harus mengacu kepada Keppres No 80 Tahun 2003.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Drs Wilhelmus Haurissa melaporkan realisasi anggaran tahun 2007 baru mencapai 77,92 persen dengan dana yang terserap Rp 740.861.569.000 dari total anggaran tahun 2007 setelah perubahan sebesar Rp 943.466.161.000.

Menurut Haurissa, selruh program dan kegiatan yang dianggarkan dalam APBD 2007 harus sudah rampung sebelum 31 Maret 2008. Pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2007 dalam waktu dekat akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

AXL/SK