Liputan Sidang Rekonsiliasi IPMAMI di Solo, 15-16 Feb 08
Author: Minggus RenyaanMenjawab Tantangan Global
(IPMAMI) se-Jawa dan
Penandatanganan Memo Kespahaman Bersama
Solo, 15-16 Februari 2008 – Sidang Rekonsiliasi Pelajar dan Mahasiswa asal Kabupaten Mimika se-Jawa dan Bali di Pondok Asri, Tawangmangu membuahkan hasil yang menggembirakan dimana para mahasiswa yang kontra dengan keputusan MUBES IPMAK bulan Oktober tahun 2007 berbesar hati untuk memahami betul maksud dan tujuan penyesuaian nama organisasi yang menjadi wadah pelajar dan mahasiswa asal Mimika se-Jawa dan Bali ini dari yang sebelumnya dikenal dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Amungme Kamoro (IPMAK) menjadi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) sebagai payung dengan power yang lebih besar yaitu menepis jarak dan perselisihan antar suku, menjalin kebersamaan dan kepercayaan sebagai sesama pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Mimika dan merapatkan barisan sebagai upaya untuk menjawab tantangan era globalisasi bagi Kabupaten Mimika.
“Selamat kepada teman2 IPMAMI yang sudah sukses dalam menyatukan atau mengatasi masalah di antara kita anak negri Mimika, itupun tak lepas dari jiwa besar dan selalu mau mengalah dan bisa menjadi contoh untuk orang tua kami yang selalu di hadapkan pada situasi konflik yang terus menerus. Sekiranya hal ini yang melatar belakangi untuk kita kembali bersatu. Amolongo, nimao… Semoga Tuhan selalu memberikan kearifan dan kepintaran kepada kami untuk menjalankan ikatan kami….” Papar Nik, salah satu peserta sidang.
Sidang yang dihadiri Pelajar dan Mahasiswa dari Koordinasi Wilayah (Korwil) Jakarta-Bandung; Jogja-Solo; Semarang; Surabaya-Malang dan Bali ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Yulianus Pinimet sebagai Ketua Sidang, Leonardus Tumuka sebagai perwakilan pihak kontra, Nalio Jangkup sebagai ketua terpilih IPMAMI serta Jimmy Apureyau, SE. sebagai perwakilan saksi dari Yayasan Binterbusih yang sudah dianggap sebagai ‘Bapak Angkat’ bagi pelajar dan mahasiswa Papua di tanah Jawa dan Bali. Setelah itu ditutup secara adat dengan acara bakar batu di Solo.
IPMAMI atau yang dulu dikenal dengan IPMAK merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan yang mewadahi pelajar dan mahasiswa asal kabupaten Mimika untuk pengembangan diri yang kritis, humanis, religius dan berintegritas. Nama organisasi mengalami penyesuaian dari IPMAK menjadi IPMAMI pada saat diadakannya mubes IPMAK tahun 2007 di Kaliurang, Yogyakarta yang mana menurut AD/RT IPMAK se Jawa-Bali Bab 1 Pasal 4 menjelaskan bahwa wewenang tertinggi IPMAK berada pada Musyawarah Besar Anggota. Latar belakang penyesuaian nama ini adalah agar menjadi stimulan demi kebersamaan dan mengikis jarak dan perselisihan antar suku atau pendatang yang sehati dalam satu payung yang lebih besar, yaitu Kabupaten Mimika. Dengan kebersamaan ini akan menjadi power yang lebih besar juga dalam rangka menjawab tantangan global sejalan dengan adat dan tradisi leluhur lokal. (Think Globaly and Act Localy). .-ming/IPMAMI